Ada hari di mana aku duduk di depan meja kerja, mengenakan pakaian rapi, dikelilingi angka dan target.
Dari luar, hidupku terlihat sempurna.
Pekerjaan tetap. Gaji aman. Masa depan katanya terjamin.
Tapi entah sejak kapan…
hatiku terasa kosong.
Setiap pagi aku berangkat dengan senyum yang kupaksakan.
Setiap sore aku pulang dengan pikiran yang lelah.
Bukan karena pekerjaan berat, tapi karena jiwaku seperti perlahan kehilangan arah.
Ketika Hati Mulai Bertanya
Aku bekerja di dunia perbankan ribawi.
Banyak orang bermimpi berada di posisiku.
Namun di dalam hati, ada suara kecil yang terus bertanya:
“Apa ini hidup yang benar-benar kamu inginkan?”
Aku mulai sering termenung.
Bukan karena kurang bersyukur,
tapi karena ada rasa sesak yang tak bisa dijelaskan.
Uang datang, tapi ketenangan menjauh.
Tawa ada, tapi tidak sampai ke hati.
Dan malam demi malam, aku mulai berdoa lebih lama dari biasanya.
Keputusan yang Tidak Semua Orang Mengerti
“Aku harus berhenti.”

Komentar
Posting Komentar